Bersabar
Bukti Cinta kepada Allah
Cinta
kepada Allah
Saudaraku
sesungguhnya tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup kita kecuali
keberhasilan kita mendapatkan cinta dari Allah swt. Cinta Allah kepada kita
adalah satu-satunya tanda akan keselamatan kita di dunia dan juga di akherat
nanti.
Oleh
karena itu sepanjang hidup kita haruslah tidak pernah lepas dari kiblat kita
untuk mendapatkan cinta Allah itu. Caranya adalah dengan kita mencintai Allah,
mencintai rosul-Nya dengan cara mengikuti segala perintah dan menjauhi segala
hal yang dilarang-Nya. Semakin besar cinta kita kepada-Nya, maka semakin besar
pula cinta Allah kepada kita. Bukti cinta kita kepada Allah adalah niatan dan
tindakan kita yang tidak pernah lepas dari mencari ridho Allah semata. Bukan
tindakan yang mengaharap pujian dari manusia. Bukan tindakan yang mengharap
balasan materi duniawi semata.
Semakin
besar usaha kita mendekati Allah, maka semakin besar juga cinta Allah kepada
kita. Allah tidak akan sekali-kali mengesampingkan hamba-Nya yang secara
sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya. Namun demikian membuktikan kecintaan
kepada Allah bukanlah hal yang mudah. Semua itu membutuhkan perjuangan dan
perjuangan. Allah pasti akan menguji orang-orang yang menyatakan bahwa dirinya
mencintai Allah. Sebagaimana yang dinyatakan oleh rasulullah dalam hadits
berikut ini;
Sesungguhnya
besarnya pahala mengikut pada besarnya cobaan. Sesungguh Allah apabila
mencintai suatu kaum, pasti Dia menimpakan cobaan-Nya kepada meereka. Barang
siapa yang ridho, dia akan mendapat keridhaan-Nya; dan barang siapa yang marah,
maka dia akan mendapat murka-Nya. (al-hadits)
Ujian
yang ditimpakan kepada kita itu tidak lain adalah sekedar untuk menguji sejauh
mana cinta kita kepada-Nya. Kita kita benar-benar ikhlas dan tulus mencari
ridho Allah maka pahalanya sungguh akan lebih besar daripada apa yang kita
korbankan selama hidup kita di dunia ini. Ujian dan coba yang ditimpakan kepada
kita harus kita hadapi dengan kesabaran dan keteguhan. Karena hanya itulah
modal yang sesungguhnya dalam kehidupan kita. Allah swt berfirman;
Dan
sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui
orang-orang yan berjihd dan bersabar di antara kamu; dan agar kami menyatakan
(baik buruknya) hal ikhwalmu. (Q.S. Muhammad (47); 31).
Setelah
cobaan yang bertubi-tubi datang kepada kita. Maka akan diketahui sejauh mana
kualitas kecintaan kita kepada Allah swt. jika kita tidak menggerutu, tidak
mengumpat dan menerima segala cobaan yang menimpa diri kita. Dengan kesadaran
bahwa segalanya datang dari Allah, maka kita adalah orang-orang yang mendapatkan
keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akherat. Ingatlah sesungguhnya
apa yang datang dari Allah itu lebih baik.
Orang
yang paling berat cobaannya adalah orang-orang yang paling dicintai oleh Allah.
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw ketika ditanya oleh sa’d bin
Abu Waqqash “Siapakah orang yag paling berat cobaanya?” maka Rasulullah
bersabda;
“Para
nabi, kemudian orang-orang yang berada di bawah mereka dan orang-orang yng
dibawahnya lagi. Seorang hamba akan diuji sesuai dengan kemampuan agamanya;
apabila agamanya kuat, makacobaannya kua pua; dan jikadalam agamnay terdapat
kerapuhan, maka dia mendapat cobaan sesuai dengan kemampuannya. Cobaan tiada
hentinya akan mendera seorang hamba hingga membiarkanny berjalan di muka bumi,
sedang dia tidak mempuyi suatu dosa pu.” (HR. Tirmidzi dinilai hsan shahih oleh
Al-Albani).
Demikianlah
saudaraku, Allah akan memberikan cobaan kepada setiap hamba-Nya sebagai upaya
menguji ketulusan dan keikhlasan kita menerima dan menjalani kehidupan ini. Hidup
kita adalah sebuah perjungan dan pengorbanan karena kita adalah sebagai
khalifah atau sebagai pemimpin. Seorang pemimpin haruslah berani berkorban atas
apa yang dipimpinnya. Ia adalah segala-galanya bagi yang dipimpinnya, yaitu
seluruh manusia yang berada di bumi ini. Dan ingatlah bahwa semakin besar
cobaan berarti semakin besar pula cinta Allah dan karena itu pahalahny pun akan
semakin besar. “Demikianlah keadaan kami; coan dilipatgandakan atas kami dan
pahlnya dilipatgandakan pul bagai kami”. Mudah-mudahan Allah selalu memberi
kekuatan kepada kita. Amin.
No comments:
Post a Comment